Genteng

Desember 10, 2008 ciwont

genteng-yang-sudah-jadiKabupaten Kebumen cukup lama dikenal dengan industri genteng yang
diusahakan di tingkat home industry. Pusat industrinya di lima kecamatan, yaitu Kecamatan
Sruweng, Pejagoan, Adimulyo, Klirong, dan Kutowinangun.
Gema industri genteng Kebumen dengan nama produk genteng Sokka memang cukup lama
dikenal di Jawa Tengah. Namanya disejajarkan dengan industri genteng terkenal lainnya, seperti
genteng Jatiwangi asal Majalengka, Jawa Barat. Hanya saja genteng Sokka masih memiliki
kelemahan pada teknik pencetakan yang tradisional.
Industri genteng yang juga mengandalkan sumber daya alam ini, secara eksternal cukup positif
karena memunculkan nama Kebumen di pasar genteng nasional khususnya di Jawa Tengah dan
Jawa Timur. Namun, secara internal ada plus dan minusnya. Plusnya karena hasilnya mampu
menghidupi sebagian penduduk, sedangkan minusnya karena penggalian tanah liat yang tanpa
aturan akan merusak lingkungan. Lahan yang diambil tanah liatnya sebagian besar merupakan
bekas sawah yang dijual pemiliknya seusai panen. Alih fungsi dari lahan sawah menjadi tanah
galian itu membuat lahan rusak dan tidak dapat ditanami lagi.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen hanya dapat mengimbau warganya untuk
berhati-hati dalam pemanfaatan lahan, khususnya penggalian untuk industri genteng. Alasannya,
keuntungan yang didapat dari industri ini tidak sebanding dengan kerusakan alam yang
ditimbulkan. Tingkat kesejahteraan penduduk yang mengusahakannya tetap rendah karena
genteng hanya sebuah produk biasa yang tak bernilai jual tinggi. Harga jual genteng Sokka saat
ini Rp 500-Rp 1000 per buah.
Selain nilai produk yang rendah, pemasukan dari pajak dan retribusi juga dianggap kecil. Pajak
yang diperoleh dari penggalian dan pengolahan bahan galian golongan C pada pendapatan asli
daerah (PAD) tahun 2001 Rp 28 juta atau 0,3 persen dari PAD. Retribusi jalan yang dikenakan
bagi truk pengangkut Rp 150 per truk. Untuk pengaturan masalah penggalian tanah ini
pemerintah kabupaten belum dapat membuat peraturan daerah (perda).
Satu sumber usaha di Kebumen yang juga mengandalkan alam dan diizinkan pemerintah
kabupaten adalah penambangan kerikil dan pasir untuk bahan bangunan. Lokasi utamanya di
Sungai Luk Ulo. Setiap hari di salah satu alurnya di Kecamatan Karangsambung, sungai yang
kelokannya seperti gerakan ulo (ular) itu dipenuhi truk penambang pasir. Tingkat sedimentasi
yang dikenal tinggi di Kebumen menyebabkan air sungai hampir tak tampak lagi karena tertutup
material bebatuan dan pasir hasil erosi di darat.
Meski dari proses erosi berakibat negatif, untung hasil sedimentasi mempunyai nilai positif karena
sedikitnya dapat menafkahi sebagian penduduk Kebumen. Penambangan kerikil dan pasir cukup
berperan dalam meningkatkan kegiatan ekonomi penggalian dan industri, khususnya industri
bahan bangunan.

Entry Filed under: CENDERAMATA DAN INDUSTRI

2 Comments Add your own

  • 1. muhjamil  |  Desember 30, 2008 pukul 4:08 am

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  • 2. sariman  |  Januari 11, 2010 pukul 12:37 pm

    akum, kabare sedulur ku seng neng njowo. awakku arek jowo kelahiran malaysia.

    arek njaluk tulungan, awakku arek tuku genteng.

    sopo2 sing iso ngae tau tulung email nang awakku.

    watur nuwun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: